Sabtu, 27 Januari 2018

CARA MENGATASI HP MATI SENDIRI

Problem: Pada kasus ini, ponsel kita tiba-tiba saja mati (auto power-off) tanpa kita ketahui dan kita ingini.


Prosedur perbaikan:





  • Pertama kali kita uji terlebih dahulu battry
    kita apakah masih baik. Lepaskan battery yang lama, kita uji dengan
    menggunakan multitester, apabila dalam pengujian ternyata battery sudah
    rusak, maka gantilah dengan bat¬tery yang baru, tetapi bila battery
    masih baik, pasangkan kembali battery yang lama pada ponsel, lalu coba
    hidupkan ponsel.

  • Periksalah juga konektor daripada battery, lihat apakah ada karat pada kuningan konektor battry
    yang juga bisa sebagai penghambat (isolator) Dari battery pada ponsel,
    juga uji tingkat kelenturan dari konektor batry tersebut dengan cara
    menekan-nekan konektor battery-nya, jika tingkat kelenturannya kita rasa
    sudah tidak normal atau rusak, maka kita perlu mengganti konektor
    battery ini. Sebab dengan konektor battery yang sudah tidak normal atau
    rusak maka posisi battery pada ponsel tidak terkunci dan sudah
    berubah-ubah saat kita membawa ponsel. Dengan posisi battery yang sudah
    berubah-ubah inilah yang mengakibatkan terputusnya koneksitas arus dari
    battery menuju ponsel yang mengakibatkan ponsel mati dengan sen¬dirinya
    (auto power-off).

  • Setelah kita uji battery dan konektornya tidak ada masalah pada
    ke¬duanya, maka selanjutnya kita coba isi ulang (charge) battery pada
    ponsel, apabila indikator proses isi ulang (charge) battery tampil pada
    layar ponsel tetapi ponsel tetap tidak bisa dinyalakan, maka dengan
    pasti kita mengetahui penyebab dari ponsel tidak bisa dinyalakan tadi
    adalah karena gangguan dari IC PA-nya.

  • Lepaskan IC PA pada ponsel anda, lalu coba ponsel anda dinyalakan
    kembali, ponsel anda pasti bisa nyala, maka supaya ponsel anda ada
    sinyalnya harus dipasangkan kembali IC PA yang baru.

  • Namun bila saat kita isi ulang (battery) pada ponsel dan
    indikator proses isi ulang (charge) battery tidak tampil pada layar
    ponsel, juga waktu ponsel di nyalakan ponsel tidak mau nyala, maka kita
    perlu melakukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut dengan
    menggunakan power supply
    (PS). Namun pada kasus tertentu ada juga kemungkinan terdapat timah
    yang jelek atau penyolderan yang kurang baik kaki-kaki IC PA pada PCB
    (koneksitas dari IC PA pada PCB terganggu atau terputus). Solusinya kita
    cabut IC PA pada PCB-nya terlebih dahulu, lalu bersihkan timah-timah
    pada PCB dimana IC PA tersebut menempel dengan cairan pembersih IPA,
    rapikan kembali timah¬-timah pada kaki-kaki IC PA, pasang kembali IC PA
    yang lama, nyalakan ponsel, maka ponsel pasti nyala kembali.

  • Selanjutnya kita memeriksa dan menguji ponsel dengan menggunakan
    power supply (PS), perlu diingat power supply yang akan kita gunakan
    untuk memeriksa dan menguji ponsel haruslah mempunyai skala ampere
    sebesar I ( satu) ampere atau 1000 (seribu) mili ampere, hal ini
    dimaksudkan supaya membaca hasil pemeriksaan dan pengujian lebih mudah
    dan jelas karena sensitifitas yang cukup dari power supply (PS) itu
    sendiri.

  • Pasangkan kabel
    dari power supply (PS) ke konektor battery pada ponsel kita dengan
    urutan sebagai berikut : warna hitam kabel power supply ke kutub negatif
    konektor battery, warna hijau kabel power supply ke kutub BSI (Battery
    System Information) konektor battery, warna kuning kabel power supply ke
    kutub temperatur konektor battery, dan warna merah kabel power supply
    ke kutub positif konektor battery. Perlu diingat bahwa dalam
    menghubungkan antara ponsel dengan power supply diperlukan minimal 3
    kabel

  • Biasakan sebelum power supply dinyalakan, jangan lupa arahkan
    terlebih dahulu tegangan (volt) power supply pada 0 V, hal ini bertujuan
    untuk mencegah kelalaian kita memberikan tegangan (volt) yang terlalu
    besar pada ponsel yang hanya mengakibatkan ponsel kita bertambah parah
    kerusakannya

  • Setelah itu barulah kita boleh mengarahkan tegangan (volt) pada
    po¬wer supply ke 3,6 V, disini karena kita memakai ponsel Nokia 3310
    dimana tegangan yang dibutuhkan adalah 3,6 V, apabila ponsel yang anda
    periksa dan uji bukan Nokia 3310, maka perlu disesuaikan tegangan (volt)
    yang dibutuhkan ponsel, dengan toleransi hanyalah 0,5 V. lebih dari
    toleransi itu akan mengakibatkan ponsel anda rusak.

  • Saat ponsel dalam keadaan mati
    (off), lalu tekan tombol 'on' pada ponsel untuk menyalakan ponsel.
    Lihatlah jarum ampere pada power supply pada saat tombol 'on' pada
    ponsel ditekan, jika jarum ampere diam saja tidak bergerak berarti
    problem terletak pada hardwarenya ponsel. Untuk problem hardware perlu
    dilakukan pemeriksaan dan pengujian dari modul 'on/off sampai pada
    battery ponsel itu sendiri.

  • Lihatlah jarum ampere pada power supply pada saat tombol 'on'
    pada ponsel ditekan, jika jarum ampere naik sekitar ± 50 mili ampere
    berarti problem terletak pada software ponsel. Yang perlu kita lakukan
    adalah ponsel tersebut diprogram ulang (flash) sesuai dengan jenis dan
    versi ponsel saat ini atau kita bisa melakukan proses upgrade versi
    software ponsel kita ke versi software yang lebih tinggi dari versi
    sebelumnya.

  • Nyalakan ponsel, ponsel pasti nyala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THUNDER 2.82 GRATIS TESTED