Minggu, 16 Desember 2018

Mengetahui Konsumsi Arus hp


Mamfaat menggunakan cara ini bertujuan untuk mengetahui nilai arus yang mengalir pada rangkaian bebannya, Amper meter dapat dimamfaatkan dalam menganalisa kerusakan ponsel pada langkah awal penganalisaan, tindakan ini sebagai upaya melokalisir permasalahan yang terjadi pada ponsel. Area yang bermasalah dapat dilihat dari konsumsi arus yang dibutuhkan masing-masing rangkain dalam sistem ponsel.
Pada umumnya teknisi menggunakan Ampermeter untuk permasalah Ponsel short, bahkan tidak pernah memperdulikan nilai Ampernya. pada Amper sangat bermamfaat dalam menganalisa apakah yang rusak didalam rangkaian ponsel, Ampermeter ini merupakan langkah utama untuk melokalisir langkah awal yang dapat mengefesiensi penyelesaian masalah. Pola kerja ponsel tentu mempunyai urutan yang sistematis, setiap urutan akan mempunyai konsumsi arus yang berbeda, kita dapat mengetahui di mana letak permasalahan konsumsi arusnya, sehingga kita dapat dengan mudah untuk menentukan permasalahan tampa mengukur semua tegangan atau semua syarat kerja yang dibutuhkan satu persatu.
Maksud dari konsumsi Arus dan Amper
       Seperti yang sudah kita pahami bahwa rangkaian ponsel akan bekerja ketika ada supply energi dari batre. makin berat beban kerja ponsel maka makin besar pula kebutuhan konsumsi arus listrik yang dibutuhkan. sebaliknya jika tidak ada satupun rangkaian sedang tidak bekerja maka tidak ada sedikitpun arus  yang akan mengalir dari battre sebagai sumber energi kerangkaian ponsel. Muatan listrik yang bergerak disebut sebagai Arus listrik, besar Arus listrik dapat didefinisikan sebagai banyaknya muatan yang melewati suatu tempat persatuan waktu. Arus listrik dinyatakan sebagai lambang Idan dan satuannya adalah Amper atau disingkat dengan huruf A. didalam suatu rangkaian, Arus listrik dapat didefinisikan sebagai muatan listrik yang bergerak didalam sambungan atau didalam komponen, dimana Arus listrik akan mengalir terus menerus didalam sistem elektronika yang sedang aktif, jika pada suatu rangkaian tidak berfungsi maka tidak akan ada Arus listrik, begitupun jika rangkaian elektronika berfungsi sebagian maka Arus listrik yang mengalirpun sangat kecil.
Muatan pada Arus listrik disebut sebagai Tegangan, besar dari Tegangan dapat didefinisikan sebagai banyaknya Elektron yang terdapat pada muatan Arus Listrik, tegangan listrik biasa disebut Voltase, singkatannya adalah Volt atau disingkat dengan V.
Bagaimana cara mengukur Arus
       Beli power Supply yang sudah ada Amper Meternya, ada terdapat dua macam Power Supply yang dijual dipasaran yaitu Power Supply Digital dan Power Supply Analog, fungsinya sama, yang berbeda hanyalah Power Supply Analog menggunakan Jarum penunjuk, kalau Power Supply Digital menggunakn angka Digital yang tampil pada layar Power Supply, alat bukan hanya digunakan sebagai penyuplai Tegangan, dimana tegangan yang dibutuhkan Ponsel nantinya akan diberikan oleh Power Supply ini, akan tetapi dapat kita gunakan untuk mengetahi nilai Amper, kemampuan pengukuran sebesar 1000Amper (1 Amper). Saran saya, Ampermeter ini hanya dapat digunakan untuk mengukur nilai Arus yang sangat besar, dari 100 sampai 1000Amper, apabila anda mengukur dengan nilai Amper yang sangat rendah, Misal 5 sampai 50mAmper, sebaiknya anda menggunakan AVOMeter.
AvoMeter Analog maupun Digital, keduanya sudah tersedia fasilitas pengukuran Arus listrik (Amper), walaupun pada nilai terkecil saja, akan tetapi anda akan lebih mudah melihat gerakan kecil pada nilai Amper rendah.
Memahami Patokan Melokalisir
Ponsel hidup apabila memiliki tahapan-tahapan diatas (Step1-Step 6), apabila salah satu tahapan di atas ada yang bermasalah, sudah pasti ponsel tidak akan dapat hidup, disaat melakukan troubleshooting pada permasalahan Mati total ada 4 faktor yang perlu kita ketahui dengan baik tidaknya rangkaian tersebut bekerja, ke 4 faktor yang disebut adalah :
PUSL terdir dari tegangan :
  1. PURX 1,8V
  2. SLEEP X 1,8VOLT
  3. RSTX 3,8 VOLT
Baseband Regulator, Terdiri dari Tegangan :
  1. VCORE 1,4 V
  2. VIO 1,8 V
  3. VDRAM 1,8 V
  4. VANA
  5. VFLASH
CLOCKING, yang diproses oleh RF chip, CLock ini dihasilkan Oleh Oscilator VCTXO, yang diberikan tegangan kerja dari VR1 2,5 V.
MCU & DSP terdiri CPU (UPP Dan RAP) dan MCU dan DSP Software yang tersimpan pada IC Flash (Flash Memory).

Tentu akan sangat memakan waktu apabila kita harus mengukur semua syarat kerjanya satu persatu, Dengan memfaatkan AmperMeter kita dapat dengan mudah melokalisir letak permasalahannya, yaitu dengan mengetahui nilai konsumsi arusnya, sebab pada setiap step-step diatas mempunyai nilai arus yang berbeda, melalui  perbedaan inilah kita dapat mengetahui letak permasalahan yang terjadi pada ponsel kita.

Ilustrasi permasalahan
Berdasarkan hasil Riset terdapat sejumlah nilai arus yang dibutuhkan oleh rangkaian ponsel, dengan nilai yang bervariasi, untuk lebih jelas dapat dilihat table hasil riset tersebut :

Data- data tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

Hasil pengukutan 50mA
Potensi Permasalahan : PUSL
          Nilai konsumsi Arus listrik baseband pada ponsel normal adalah 180ma-380ma, jika hasil pengukuran hanya terdapat Arus senilai 50ma maka kondisi ini menunjukkan CPU telah menerima kerjanya, yaitu VIO dan VCORE, hanya saja kedua tegangan tersebut belum terkonsumsi karena CPU belum aktif sepenuhnya, CPU akan mulai aktif setelah mendapatkan perintah PURX (Power Up Riset) dari energi manejement, oleh karena perlu diukur area tegangan perintah atau PURX  tidak ada atau kurang dari1,8 volt, maka dapat dipastika permasalahan ada pada energi manajemen
Hasil pengukuran 10 sampai 15mAmper
        kondisi menunjukkan bahwa Baseband belum menerima Arus secara sempurna, jika ketika diukur mendapatkan nilai 50mA, maka dapat dipastikan tegangan VIO dan VCORE sudah diterima oleh CPU maka nilai 10-15mA menunjukkan tegangan kerja tersebut belum sepenuhnya diterima oleh CPU, oleh karena itu permasalahan dilokalisir pada tegangan kerja. Area yang perlu Analisa yaitu Area tegangan kerja, jika tegangan kerja VIO atau VCORE tidak ada atau nilainya kurang, maka dapat dipastikan energi menejemen yang bermasalah.
Hasil pengukuran 70mAmper
Potensi Permasalahan : CLOCKING
           Kondisi tersebut menunjukkan bahwa baseband telah mengkonsumsi Arus tegangan kerja dan sudah mendapatkan tegangan perintah PURX, tetapi CPU belum aktif, salah satu faktor yang dibutuhkan oleh baseband (CPU)-selain daripada tegangan kerja dan tegangan perintah-adalah Clock, Clock diteruskan ke CPU melalui RF Chip, Asumsi permasalahan tadi adalah tidak ada clock yang masuk ke CPU, asumsi ini disudutkan permasalahan kepada clock, oleh karena clock merupakan salah satu yang dibutuhkan oleh CPU, area diagnosa perlu diarahkan kepada Area RF module, dan ketika clock tidak keluar asumsi permasalahan kemungkinan ada pada RF Chip atau Oscilator VCTXO.
Hasil pengukuran 130mA turun ke 50mA
Potensi permasalahan : MCU & DSP Subsistem
        Hasil pengukuran menunjukkan bahwa jarum AmperMeter dari nilai 130mA kemudian turun menjadi 50mA, Asumsi permasalahan adalah bahwa sebenarnya CPU sudah sempurna mengkonsumsi Arusnya, tetapi dia tidak dapat meneruskan perintahnya kepada sistem rangkaian yang lain, keadaan ini dimungkinkan karena adanya data yang tidak mampu diterjemahkan oleh CPU sehingga tidak dapat melanjutkan perintahnya, jika kondisi seperti Asumsi permasalahannya ada 2 kemungkinan :

  1. Core Prosessornya Bermasalah
  2. Data firmware yang corrupt sehingga tidak untuk diterjemahkan kedalam sistem kerja ponsel.
Hasil pengukuran 180mA turun ke 100mA
Potensi Permasalahannya adalah : Flash Memory
      Hasil pengukuran AmperMeter menunjukkkan bahwa konsumsi arus ponsel senilai 180mA sehingga turun perlahan-lahan ke nilai 100mA, Jika dilihat dari komsumsi baseband ponsel normal adalah 180mA, maka dipastikan bahwa CPU ponsel tersebut sudah berkerja, tetapi dia tidak dapat melanjutkan proses dari sistem yang seharusnya, Asumsi adalah bahwa CPU sudah dapat bekerja tetapi dia tidak dapat mendeteksi data yang harus diteruskan kepada sistem rangkaian yang lain. oleh karena itu jarum amper kemudian turun secara perlahan hal ini disebabkan CPU tidak dapat melanjutkan proses kerja sehubungan dengan data yang tidak dapat diterima. Area yang dapat dilokalisir adalah area dimana data itu disimpan, Data dalam hal ini disimpan dalam CMT Flash, oleh karena itu data yang tidak dapat ditemukan oleh CPU maka Asumsinya adalah CMT Flash yang bermasalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THUNDER 2.82 GRATIS TESTED